Senin, 27 April 2009

Hari Kelahiran

Sebagian besar dari kita mungkin pernah merayakan hari kelahirannya (birthday = Inggris ; natalis = Latin ; yauma wulida = Arab), atau ada sebagian masyarakat kita yang merayakan secara besar-besaran dan mengundang orang-orang mampu di Cafe atau Restauran dengan biaya jutaan rupiah bahkan milyaran rupiah seperti yang dilakukan oleh kalangan selebritis. Perlukan kita merayakan hari kelahiran diri, keluarga atau anak kita, dengan melakukan pemborosan, jika hanya untuk mendapatkan ucapan selamat dari sanak keluarga, handai taulan atau kolega ?.


Ucapan ulang tahun, sungguh, merupakan ungkapan perhatian dan kasih sayang. Ia adalah bagian dari kekayaan hati manusia, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak pernah ulang tahun karena tidak tahu kapan mereka lahir, seperti orang-orang tua desa kebanyakan atau mereka yang tidak mampu, apakah perhatian dan kasih sayang hanya milik orang kota, bukankah Tuhan orang yang berulang tahun juga Tuhan mereka yang tidak pernah ulang tahun. Tuhan akan mengabulkan doa siapa saja, dan kapan saja, itu adalah janji-Nya. Dia tidak perlu menunggu seseorang berulang tahun atau tidak untuk menunjukkan cinta-Nya sebab cinta itu tak pernah kering.


Ironisnya lagi, ucapan ulang tahun disertai dengan kalimat, "semoga panjang umur", padahal umur seseorang sudah ditetapkan masing-masing, tidak bisa pendek atau panjang. Setiap kita bertemu dengan tanggal kelahiran, yang pasti umur kita berkurang setahun. Bila milik berharga hilang atau berkurang terkadang kita sedih merenunginya, tapi jika umur yang berkurang, hampir tidak pernah menangis bahkan sebagian merayakanannya dengan semarak. Sebagaimana firman Allah: ".......Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauhmahfudz)....". (QS. Faathir, 35:11)


Kemudian bagaimana dengan pergaulan, di kantor rekan kita ulang tahun, misalnya ...? Kita sadari sejenak dalam setiap hidup kita adalah momen yang baik untuk saling berbagi do'a satu sama lain, sebenarnya tidak ada bedanya antara hari ulang tahun dengan hari biasa. Sah-sah saja mengucapkan selamat ulang tahun sepanjang tidak disertai pesta pemborosan, bukankah lebih baik diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Hanya saja, karena melihat sebuah tanda berupa ‘hari jadi’, lantas semua orang berhenti sejenak, menyempatkan diri mengucapkan selamat. Memang tekadang kita merasa ‘canggung’ untuk mengucapkan ‘selamat atau doa’ kepada saudara, orang tua, sahabat... tanpa didahului oleh sebuah ‘tanda.’ Betapa kita merasa tak ada angin atau tak ada hujan, tiba-tiba mengucapkan: "Semoga barokah umurmu, semoga semakin dewasa, semoga berbahagia, dst. Bukannya mengamini barangkali ‘seseorang’ yang kita doa’kan, mungkin malah terbengong-bengong dan bertanya, "Aneh kamu ? atau Ada apa nih, koq tumben..?". Apapun ungkapan itu, namun kita diajurkan untuk mengucapkan perkataan yang baik dan saling men-do'akan, seperti ucapan "Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh", Semoga kesejahteraan, rahmat dan barokah Allah senantiasa bersamamu, kepada sesama muslim.

Hal terpenting yang perlu kita renungkan adalah seperti orang bijak katakan :"Aku tidak menyesali sesuatu seperti penyesalanku terhadap tenggelamnya matahari yang berarti umurku berkurang, akan tetapi amal salehku tidak bertambah". Semua berpulang pada diri kita masing-masing... Semoga umur kita bermanfaat, Amin.

Kutipan : Buku Fauzi Nugroho




0 komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Kirim Komentar Ya,

Terimakasih Sebelum dan Sesudahnya....

Posting Terbaru